ASSABIL HOLY HOLISTIC AKAN PINDAH



Layanan bekam Assabil mau pindah? Kemana? Mengapa pindah? Kapan pindah?
       Benar. Insya Allah pindah ke tempat yang lebih baik. Alasannya, sebuah tuntutan untuk maju dan berkembang. Ini lumrah sebagai dinamika kehidupan, agar hari esok lebih baik daripada saat ini. Pindah insya Allah paling lambat pertengahan Juni 2012.
       Sejak berdirinya, tahun 2003, yang diawali dengan penerbitan buku-buku Islam, Assabil sudah membuat program penjangkaan, yaitu training dan pelatihan bekam, layanan, penelitian dan penerbitan buku tentang Thibb Nabawi. Intensitas tinggi untuk training bekam berjalan hingga 2008. Setelah itu lebih konsentrasi di layanan bekam. Penerbitan buku bekam masih dalam proses, sedangkan penelitian bekam masih jauh dari optimal.
      Yang pasti, dengan kepeloporannya untuk standardisasi bekam yang bermartabat, dari penggunaan instrument yang standar medis, proses sterilisasi, legalisasi layanan dan Lembaga Kursus dan Pelatihan, Assabil selalu mengevaluasi dan melakukan terobosan-terobosan baru. Langkah paling gres ialah system layanan dan penyimpanan data pasien yang serba compurize melalui system aplikasi software khusus layanan bekam, terukur dan mampu telusur, yang dipadu dengan system informasi di ruang tunggu melalui layar lebar, dan system panggilan pasien secara audio visual, nomer urut panggilan tertayang di layar dan bersuara.
        Meski target ini belum tercapai, setidaknya ada satu langkah maju yang hendak dilakukan Assabil, bahwa Insya Allah Assabil akan pindah dari Jl. Cipinang Cempedak IV ke Jl. Soepomo No. 46 Tebet Jakarta Selatan, tepatnya di area Soepomo Office Park, berdampingan dengan SPBU Sheel. Yang pasti, tempat yang baru ini di pinggir jalan raya, mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan angkutan umum.
       Tempat baru layanan bekam Assabil berupa dua ruko empat lantai, berada di Jl. Soepomo 143, berdampingan langsung dengan SPBU Sheel, di pinggir jalan raya sehingga mudah dijangkau dari arah mana pun.
Sebagai gambaran, ada beberapa spesifikasi tempat yang baru ini:
  1. Total ruang layanan sekitar 350 m2
  2. Ruang tunggu khusus untuk pria
  3. Ruang tunggu khusus untuk wanita
  4. Ruang registrasi dan iridology
  5. Ruang apotek
  6. 2 ruang konsultasi, satu untuk Ustadz atau Ustadzah, dan satu lagi untuk dokter
  7. 4 ruang tindakan bekam khusus wanita
  8. 4 ruang tindakan bekam khusus pria
  9. Ruang karyawan
10. Ruang direktur
11. Ruang layanan dan tindakan khusus
12. Ruang pelatihan dengan daya tampung ideal 40 orang
13. Mushalla khusus wanit dan mushalla khusus pria
14. Ruang tunggu karyawan
15. 2 Ruang tidur karyawan
16. 3 toilet khusus wanita dan 3 toilet khusus pria
17. Semua ruangan ber-AC
     Dengan gambaran sarana dan prasarana seperti ini diharapkan layanan bekam Assabil ke depan semakin lebih baik dan representative untuk dakwah Thibb Nabawi.
     Kalaulah gambarannya seperti itu, tentu investasinya tidak murah? Ya, benar sekali. Sekedar bocoran info, nilai investasinya tidak kurang dari tujuh milyar rupiah untuk tempatnya saja. Waaaooooo, itu nilai yang tidak sedikit.
     Jika mengacu kepada prinsip bisnis, jangan-jangan biaya yang harus ditanggung pasien akan menjadi semakin mahal? Insya Allah tidak, dan bahkan diharapkan sebaliknya atau disesuaikan dengan kondisi pasien. Pasien kurang mampu cukup membayar biaya fixcost yang diprediksi di bawah seratus ribu rupiah, tanpa membayar biaya tindakan bekam, adapun pasien yang memiliki rizki berlebih membayar fixcost dan diharapkan membayar lebih banyak untuk biaya tindakan bekam, karena untuk pembayaran biaya tindakan bekam bersifat suka rela tanpa ditentukan berapa nilainya. Diharapkan system pembayaran ini merupakan system pembayaran yang paling ideal untuk bekam.
     Terus terang memang hal ini merupakan dilemma. Assabil harus tetap eksis, yang berarti memerlukan biaya operasional yang tidak sedikit. Yang pasti dan yang sudah jelas ada di depan mata adalah nilai investasi tempat. Dihitung dengan kalkulator mana pun tentu tak akan ketemu laba. Bahkan untuk mengejar BEP pun mungkin memerlukan waktu hingga sepuluh tahun dengan jumlah pasien di atas lima puluh orang perhari. Belum lagi kalau harus siaran di TV swasta local seperti yang selama ini dilakukan Assabil di Jaktv, mengingat biaya siaran di televisi swasta ini lumayan mahal, di atas sepuluh juta tiap kali siaran. Jika seminggu sekali, maka anggaran yang dikeluarkan untuk siaran tv ini tidak kurang dari lima puluh juta rupiah. Semoga Anda bukan termasuk salah satu dari mereka yang beranggapan bahwa siarana tv ini gratis.
       Belum lagi biaya-biaya operasional dan gaji karyawan. Sekarang karyawan Assabil ada 9 orang. Idealnya dengan tempat baru seperti itu adalah 16 – 18 orang. Apa pun dan bagaimana pun, Assabil harus terus maju dan maju.
       Artinya, dengan biaya pemasukan dari tiap pasien kisaran seratus ribu rupiah, dengan jumlah pasien minimal tiap hari 35 pasien, maka pemasukan ini hanya untuk menutupi biaya operasional thok, sama sekali tidak ada profit, apalagi untuk menutup biaya investasi tempat.
Semoga Assabil semakin maju dan berkembang, amin.
Semoga rencana-rencana Assabil yang belum terealisir untuk dakwah Thibb Nabawi dimudahkan Allah, amin.

PELATIHAN BEKAM/HIJAMAH BERSERTIFIKAT DIKNAS

  TRAINING HIJAMAH SYSTEM 17 JAM

        Semenjak Juli 2004 Institut Hijamah & Herba ASSABIL (IHHA) telah menyelenggarakan pelatihan hijamah bagi masyarakat umum yang tertarik kepada Ath-Thibb An-Nabawy dan juga menjalin kerjasama dengan beberapa kordinator di beberapa kota di Indonesia, bahkan hingga ke Johor Bahru Malaysia. Di antara kota-kota itu: Jakarta, Bekasi, Bandung, Serang Banten, Makasar, Balikpapan, Kutai Barat, Bontang, Surabaya, Sumbawa Barat, Lokhsumawe, Melabeuh, Batam, Madiun, Semarang, Pekalongan, Cilacap, Cirebon, Jogjakarta, Solo, Pekanbaru. Bahkan untuk beberapa kota, pelatihan sudah terselenggara hingga beberapa kali, terutama di Jakarta.

        Hingga periode September awal 2007, pelatihan sudah terselenggara sebanyak 60 angkatan dengan jumlah total peserta sebanyak 2000 lebih. Peserta pelatihan dari praktisi medis sekitar 70 orang.

       Yang paling membanggakan, ketika ada dokter atau paramedis yang juga tertarik kepada hijamah dan ikut pelatihan hijamah yang diselenggarakan IHHA. Saat diadakan pelatihan hijamah di Jokjakarta dan Solo, tidak kurang dari sepuluh dokter yang ikut pelatihan hijamah. Bahkan sebuah rumah sakit di Pekanbaru telah menjalin kerja sama secara khusus dengan IHHA untuk penyelenggaraan pelatihan ini, khusus untuk para dokter dan perawat. Alhamdulillah, yang membuat mereka tertarik kepada ath-thibb An-Nabawy tiada lain karena hidayah yang dilimpahkan Allah kepada mereka. Semoga amal mereka diberkahi.

I. KETENTUAN PELATIHAN

         Pelatihan diselenggarakan 2 hari dari pk. 08.00 – 17.30 dengan system minimal 16 jam, lebih ditekankan pada hari Sabtu – Ahad, atau 3 hari, dimulai setelah shalat Jum’at hingga hari Ahad. Semakin banyak waktu yang disediakan, peserta pelatihan semakin banyak memperoleh asupan materi
Di samping materi hijamah juga ada penjelasan macam-macam herba yang dikaitkan dengan beberapa jenis penyakit
        Di samping materi hijamah dan sebagian dari herba, juga disampaikan sebagian palmistry, terutama untuk kasus-kasus yang menonjol seperti asam urat, jantung, gangguan peranakan dll, yang diagnosanya sangat mudah dilakukan oleh penghijamah.
           Pelatihan hijamah IHHA menggunakan alat standar yang terdiri dari komputer dan LCD, mengingat begitu banyaknya materi yang harus disampaikan, terutama berbagai macam gambar organ dan anatomi tubuh dan uraian yang diperlukan selama pelatihan
Setiap peserta harus mengikuti materi pelatihan dari awal.
Setiap peserta harus melakukan praktikum hijamah
Setiap peserta berkewajiban membayar biaya pelatihan sekitar Rp 950.000 atau menurut besaran yang ditetapkan masing-masing kordinator
Setiap peserta mendapatkan alat-alat praktikum
Setiap peserta pelatihan berhak mendapatkan sertifikat bagi yang lulus tes
Pelatihan dapat diikuti oleh siapa pun, minimal tamat Sekolah Menengah Atas, ikhwan dan akhawat

II. MATERI & JADWAL PELATIHAN

        Inti materi pelatihan hijamah di IHHA adalah penjelasan tentang anatomi dan fisiologi. Yang paling penting adalah uraian penyakit dan titik-titik hijamah. Yang kalah penting adalah penjelasan tentang dasar herba untuk beberapa penyakit kronik beserta anjuran dan pantangan.
       Sebagai contoh betapa urgensinya kajian fisiologi dengan titik hijamah, tecermin dalam beberapa pertanyaan berikut:

a) Titik ummu mughits merupakan titik Rasulullah, yakni di kepala atas, mengapa semua jenis penyakit yang berkaitan dengan otak, intelejensia, syaraf pusat ada di titik ini? Apakah karena otak ada di kepala atau ada alasan lain bukan sekedar itu saja?
b) Mengapa penyakit asam urat di titik ginjal dan bukannya di bagian kaki yang sakit umpamanya?
c) Penderita sinusitis dihijamah di titik samping hidung kiri-kanan dan atas alis dalam. Apa hubungannya dengan rongga sinus?
d) Mengapa orang yang mengalami alergi dihijamah di titik kelenjar adrenal?
e) Hubungannya dengan titik larangan, mengapa di bagian lutut tidak boleh dihijamah? Apakah selain darah yang keluar, ada cairan lain yang ikut keluar? Bagian tubuh mana selain lutut yang tidak boleh dihijamah?
Semua ada alasannya secara anatomis dan fisiologis, disertai istilah medis, yang disampaikan secara mudah dan gamblang dalam pelatihan. Inilah pelatihan hijamah system 15 jam:

WAKTU
MATERI PELATIHAN
Hari Pertama:
08.00 – 08.30
Introduction
08.30 – 09.00
Pengantar akidah & ruqyah syar’iyyah
09.00 – 12.00
Pengantar & teori hijamah
Pembekalan bagi penghijamah
12.00 – 13.00
I s h o m a
13.00 – 14.00
Pengenalan instrumentarium hijamah
14.00 – 15.30
Praktikum tahap pertama
15.30 – 16.00
Sholat ashar
16.00 – 18.00
Anatomi kulit
Anatomi dan fisiologi dasar
Kardiovaskuler
Titik-titik dan organ-organ larangan
Hari Kedua:
08.00 – 12.00
Uraian penyakit
Uraian titik-titik hijamah & herba dasar
12.00 – 13.00
I s h o m a
13.00 – 15.30
Praktikum hijamah tahap kedua
15.30 – 18.00
Lanjutan uraian penyakit & titik-titik hijamah
Evaluasi & penutup

     Waktu pelatihan juga dapat dimulai seusai shalat Jum’at hingga hari Ahad jika dilakukan selama tiga hari. Prinsipnya, semakin banyak waktu yang tersedia, semakin banyak materi pelatihan yang dapat diserap peserta, karena IHHA juga memberikan materi dasar herba, terutama herba yang mudah didapat dan seringkali digunakan untuk penyembuhan penyakit. Karena itu, biasanya pelatihan yang diselenggarakan IHHA berlanjut hingga malam hari, karena para peserta meminta tambahan waktu.

         Pembagian waktu dan materi dapat berubah menurut kebutuhan, terutama waktu untuk praktikum tahap kedua, yang bergantung pada jumlah peserta pelatihan.

III. PASCA-PELATIHAN

     Dengan keterbatasan waktu pelatihan, sebenarnya jangka waktu 2 hari belum memadai untuk penyerapan keseluruhan materi hijamah. Namun jika tidak, pelatihan relatif sulit diikuti masyarakat umum
Dengan pola pelatihan yang sistimatis, familier dan lebih menekankan praktikum dengan metode shock therapy yang sangat khas di AHo2, setiap peserta pelatihan mendapat jaminan untuk mampu mengobati pasien dengan berbagai macam kasus penyakit.
Konsultasi setiap saat dengan instruktur via telpon, terutama saat menghadapi pasien yang akut dan kronis

IV. PELATIHAN DIAGNOSA PENYAKIT

      Di samping pelatihan hijamah, IHHA juga menyelenggarakan pelatihan untuk mendiagnosa penyakit, sehingga peserta pelatihan memiliki kemampuan untuk mengetahui jenis penyakit pasien, dengan cara alami.
Pelatihan yang dimaksud adalah IRIDOLOGY, yaitu diagnosa kondisi tubuh manusia melalui selaput pelangi atau iris mata.
      Di samping iridology ada pula PALMISTRY, yaitu diagnosa penyakit melalui telapak tangan, dengan cara melakukan pengamatan yang jeli dan teliti terhadap bentuk jari, warna telapak atau indikasi lain di telapak tangan dan kuku, dan bukan ilmu ramalan berdasarkan garis-garis tangan yang bernuansa syirik.
Waktu yang diperlukan untuk pelatihan iridology dan palmistry, masing-masing satu hari.
Pelatihan dan diagnosa penyakit secara palmistry tanpa memerlukan alat, hanya mengandalkan kejelian dan ketelitian
      Pelatihan dan diagnosa penyakit secara iridology memerlukan alat, minimal pen light dan kaca pembesar. Lebih baik digunakan camera digital, minimal 6 megapixel untuk jenis merk terkenal. Lebih baik lagi dipergunakan komputer dan print out colour

V. KERJA SAMA PELATIHAN DAN PENGOBATAN

     IHHA siap menjalin kerja sama dengan pihak mana pun yang bersifat perorangan, instansi swasta, pemerintah, klinik kesehatan, rumah sakit, sekolah, perguruan tinggi, sekolah tinggi ilmu kesehatan dan pondok pesantren untuk penyelenggaraan pelatihan dan pengobatan dengan metode hijamah:

Pelatihan hijamah selama 2 atau 3 hari, diutamakan Jum’at, Sabtu, Minggu
Pelatihan iridology selama 1 hari
Pelatihan palmistry selama 1 hari
Pelatihan hijamah, iridology dan palmistry secara bersamaan dilaksanakan dengan pengaturan waktu secara khusus
Pengobatan bersama secara insidental atau kerja sama permanen

Pola Kerja Sama Pelatihan:

Kontrak pelatihan hijamah antara IHHA dengan kordinator Rp .000.000
Poin 1 belum termasuk biaya transportasi pesawat dan akomodasi untuk 2 instruktur
Poin 1 belum termasuk alat-alat praktikum dan hijamah bagi peserta pelatihan
Besaran kontribusi/biaya pelatihan bagi masing-masing peserta pelatihan ditentukan kordinator, setelah disetujui IHHA, yakni sekitar Rp 00.000 setiap peserta
Laptop dan LCD infocus menjadi tanggung jawab instruktur atau disediakan kordinator sekiranya mampu.
Kordinator bertanggung jawab terhadap penyediaan tempat dan akomodasi bagi peserta pelatihan
Kordinator bersedia menandatangani surat perjanjian kerja sama pelatihan sebelum penetapan waktu pelatihan
Jumlah peserta pelatihan 40 orang atau menurut kesepakatan antara IHHA dengan kordinator, sebagaimana yang tertuang dalam surat perjanjian kerja sama pelatihan
Alat-alat hijamah disediakan oleh IHHA dengan harga khusus bagi kordinator

Keuntungan bagi Kordinator Pelatihan:
Berperan aktif dalam Multi Level Pahala (MLP) dan bukan Multi Level Marketing (MLM) karena menyebarkan Sunnah Rasulullah
Mendapatkan keuntungan dari alat-alat hijamah yang dijual kepada peserta pelatihan, yang terus berlanjut pasca-pelatihan, terutama untuk alat-alat yang sekali pakai seperti pisau bedah, hand glove, face masker dll.
Menjadi distributor produk-produk Assabil Group yang meliputi buku, CD dan herba
Mendapatkan diskon khusus hingga 45% dari produk Assabil Group
Mendapatkan keuntungan dari kelebihan penyelenggaraan pelatihan yang berasal dari kontribusi peserta. Jika peserta semakin banyak, maka keuntungan juga semakin berlipat
Mengikuti pelatihan tanpa harus keluar uang dan justru mendapatkan uang

Keuntungan bagi Peserta Pelatihan Hijamah:

       Mengamalkan dan menyebarkan Sunnah Rasulullah dalam hal pengobatan
Mengetahui dasar-dasar anatomi, kardiovaskuler dan organ-organ tubuh
Mampu mengobati keluarga, kerabat, teman, orang-orang dekat dan bagi siapa pun, dari penyakit yang ringan hingga berat tanpa biaya besar, dengan metode pengobatan yang layak, higienis dan dengan penggunaan alat-alat yang steril.
Terbuka peluang untuk membuka klinik hijamah secara permanen atau melayani pasien dengan system jemput bola
         Mengatur dan menyiasati manajemen keuangan pribadi atau keluarga. Bayangkan jika salah seorang anggota keluarga Anda sakit vertigo, maka berapa juta rupiah yang keluar karena harus rutin berobat ke dokter atau rumah sakit? Dengan sekali hijamah, insya Allah vertigo sudah amblas.
Menciptakan perasaan tenang dan tentram di dalam hati, terutama ketika merasakan sakit, apalagi bagi orang yang medical minded, yang jika sakit sedikit saja sudah bingung lalu langsung ke rumah sakit.

VI. JADWAL PELATIHAN HIJAMAH

        ASSABIL HOLLY HOLLISTIC ADALAH PELOPOR HIJAMAH STERIL & HIGIENIS, PRAKTISI HIJAMAH ISTIQAMAH SESUAI ASSUNAH DAN MENGGUNAKAN ALAT-ALAT STANDAR MEDIS MODERN.
WE ARE THE BEST & DIFFERENTIAL
       KAMI MENGUNDANG PARA IKHWAN DAN AKHAWAT, PENGHIJAMAH YANG MASIH MENGGUNAKAN LANCET ATAU SILET, PARAMEDIS, DOKTER & MASYARAKAT UMUM UNTUK MENGIKUTI PELATIHAN HIJAMAH DI ASSABIL HOLLY HOLISTIC YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA:
Sabtu – Ahad; 15-16 OKTOBER 2011 MULAI JAM 08.00-18.00
SPESIFIKASI PELATIHAN:
1. Menggunakan LCD proyektor
2. Metode Hijamah Nabawiyyah dengan insisi/torehan surgical blade
3. Bukan hijamah madzhab tusukan lancet
4. Bukan hijamah madzhab tissu untuk pembersih darah
5. Semua alat steril sesuai standar medis modern
6. Uraian Islamy & medical

MATERI PELATIHAN:
1. DASAR AKIDAH
2. PEMBEKALAN BAGI PENGHIJAMAH
3. PENGENALAN ANATOMI KULIT
4. PENGENALAN KARDIOVASKULAR
5. ANATOMI TUBUH LENGKAP
6. PRINSIP STERILISASI & DESINFEKSI
7. ANATOMI HIJAMAH NABAWIYYAH
8. MALPRAKTIK HIJAMAH
9. URAIAN TITIK HIJAMAH
10. PRAKTIKUM TAHAP PERTAMA (INSISI)
11. PRAKTIKUM TAHAP KEDUA (HIJAMAH LENGKAP)
12. URAIAN PENYAKIT DAN SEKALIGUS TITIK DAN HERBA

INSTRUKTUR:
1. USTADZ KATHUR SUHARDI
2. USTADZAH AMINAH SYAFA’AH
(Pemegang Hak Cipta atas ANATOMI HIJAMAH CHART (Pertama di dunia), Pelopor pelatihan hijamah Nabawiyyah di berbagai wilayah di Indonesia, dari Melabeuh Aceh hingga Sumbawa, Malaysia dan Brunei)

KONTRIBUSI SEBESAR Rp.950,000
DENGAN FASILITAS:
1. DIKTAT
2. SERTIFIKAT LEGALISIR DIKNAS /DINKES
3. SNACK
4. MAKAN SIANG
5. POSTER ANATOMI HIJAMAH & BUKU URAIAN
6. CUP
7. SCAPEL
8. KLEM PEAN
9. ALAT-ALAT PRAKTIKUM LENGKAP
10. ALAT TULIS

KEUNTUNGAN BAGI ALUMNI ASSABIL:

MAGANG
DISCOUNT LANGSUNG PRODUC HERBAL ASSABIL AMIN FOOD 20%
BISA LANGSUNG MENGHIJAMAH MENGGUNAKAN PISAU BEDAH(BISTURI)

BAGI YANG BERMINAT SEGERA HUBUNGI:
FASIH, SAEFUDDIN, ASEP
021-32553232, 081234571413/02192980008


DAN TRASFER UANG MUKA Rp. 100. RIBU KEREK BANK MANDIRI 156.000.29.68.63.6/BCA. 8850448834 ATAS NAMA AMINAH SYAFA'AH

BUKTI TRANSFER DIBAWA KETIKA DAFTAR ULANG

KESEMPATAN EMAS, TEMPAT TERBATAS

PUSAT PENGOBATAN HIJAMAH/BEKAM & HERBA

THE BEST & DIFFERENT

PELOPOR HIJAMAH STERIL & HIGIENIS

INOVATOR TITIK-TITIK HIJAMAH/BEKAM

Berdasarkan kajian anatomis & fisiologis

PENYELENGGARA PELATIHAN THIBB NABAWI APLIKATIF

HIJAMAH CENTER UNTUK PENGOBATAN BERBAGAI PENYAKIT

Sesuai As-Sunnah, aman dan holistic

Jl. Cipinang Cempedak IV No. 42 Cawang Kavling Jakarta Timur

Telp. 021 32553232; Fax. 021 8562142. SMS: 085959 13 5959

http: www.assabil-aho2.com e-mail: aho2_assabil@yahoo.com


Foto Dokumentasi :

Pelatihan hijamah di KAGAMA UGM Jogjakarta

2005

Peserta putri pelatihan hijamah di Rumah Sakit Zainab Pekanbaru Agustus 2007

Peserta putra pelatihan hijamah di Pendopo Sumbawa Barat, foto bersama Bupati, 2007

Pelatihan hijamah Di Brunei Darussalam

Desember 2008

Peserta putra pelatihan hijamah

Bulog Pusat Jakarta

2008







Salah satu ruangan hijamah

di Assabil Holy Holistic




Latar Belakang Kondisi Sosial

  1. Semakin banyaknya kasus-kasus penyakit yang menyebar di masyarakat, yang ringan hingga akut dan kronik, yang proses penyembuhannya dengan metode pengobatan yang ada terkadang sulit.
  2. Melemahnya kemampuan ekonomi masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang murah namun efektif.
  3. Kebergantungan masyarakat kepada metode pengobatan medis, sehingga mereka tidak mendapatkan alternatif pengobatan lain yang efektif, aman dan menyembuhkan.
  4. Terkadang pengobatan medis pun tidak mampu menjanjikan kesembuhan, atau kesembuhan itu bersifat temporal, karena setelah berobat ternyata masih kambuh lagi, atau sembuh tatkala minum obat.
  5. Biaya yang kelewat mahal untuk mendapatkan layanan kesehatan untuk kasus-kasus penyakit yang menonjol, semacam operasi.

Latar Belakang Kondisi Pengobat

  1. Kemunculan para pengobat oportunitis yang hanya mengandalkan keberanian dan coba-coba tanpa latar belakang ilmu dan empiris.
  2. Maraknya para pengobat yang melakukan praktik pengobatan berbau syirik dan tidak menjaga kebersihan iman masyarakat.
  3. Menjamurnya para penghijamah/pembekam yang melakukan berbagai jenis malpraktik hijamah/bekam, bahkan hampir semuanya melakukan malpraktik hijamah, dari yang ringan hingga yang berat.
  4. Tidak sedikit pasien yang justru menjadi semakin sakit atau tertular penyakit dari pasien lain setelah dihijamah, karena kelemahan menyeluruh yang dilakukan penghijamah.
  5. Kelemahan mayoritas penghijamah untuk meningkatkan skill, pengetahuan dan sumber daya manusia secara menyeluruh.
  6. Mayorits penghijamah yang praktiknya tidak sesuai As-Sunnah dengan hanya menggunakan metode tusukan lancet/jarum dan bukan insisi dengan surgical blade dalam praktik hijamah, padahal efek yang ditimbulkan antara keduanya sangat jauh berbeda.

Malpraktik Hijamah/Bekam

1. Mengobati dua pasien sekaligus dan selebihnya dengan resiko tinggi terjadinya infeksi nosokomial (penularan penyakit) khususnya antarpasien.

2. Sterilisasi yang buruk terhadap alat-alat hijamah terutama gelas kop dan lain-lainnya yang terkena darah pasien dengan resiko tinggi terjadinya infeksi nosokomial antarpasien.

3. Desinfeksi dan sterilisasi kulit medan hijamah yang tidak standar, seperti hanya menggunakan alkohol atau minyak tertentu tanpa yodium iodine, beserta tindakan desinfeksi yang tidak standar.

4. Hampir semua penghijamah menggunakan tissu untuk membersihkan darah dan bersentuhan dengan kulit yang dilukai atau ditusuk, yang dalam jangka panjang hal ini akan memicu carsinogen.

5. Mayoritas penghijamah yang menggunakan silet cukur untuk mengeluarkan darah, dengan resiko tinggi terjadinya carsinogen.

6. Mayoritas penghijamah yang tidak mengetahui anatomi kulit yang menjadi obyek pengeluaran darah dalam pengobatan hijamah, apalagi anatomi tubuh secara menyeluruh.

7. Tindakan pengeluaran darah yang berdampak seperti insisi yang terlalu dalam sehingga menimbulkan scar permanen di kulit, atau insisi yang terlalu panjang.

8. Mayoritas penghijamah tidak mengetahui organ larangan untuk dihijamah, seperti di posisi lutut yang beresiko paralisis karena keluarnya synovial.

9. Sebagian penghijamah yang tidak mengenakan standar alat-alat pengaman bagi dirinya seperti handscoen, face masker dll.

10. Minimnya pengetahuan mayoritas penghijamah tentang virus dan resiko tinggi penularannya, seperti hepatitis, HIV/AIDS.

11. Ketidaklayakan tempat hijamah.

12. Lemahnya perhatian penghijamah terhadap lingkungan dengan cara membuang sampah hijamah ke tempat sampah.

13. Kelemahan dan bahkan ketidakmampuan penghijamah menelusuri anamnesa, melakukan diagnosa penyakit dan mencari sumber penyakit beserta gejala-gejalanya.


Efek Negatif Malpraktik Hijamah bagi Pasien

  1. Semua jenis malpraktik hijamah ini memiliki resiko tinggi terjadinya infeksi nosokomial antarpasien atau antara pasien dan penghijamah atau orang lain di sekitarnya.
  2. Efek carsinogen karena penggunaan alat-alat yang tidak steril seperti pisau cukur, tissu dan lain-lainnya, yang akan tampak setelah sekian tahun.
  3. Jika salah satu pasien terkena hepatisis, maka yang lain akan sangat berpotensi tertular virus yang sama karena malpraktik. Lalu bagaimana jika ada yang menderita HIV/AIDS?
  4. Niat awal untuk berobat justru dapat beresiko tertular penyakit, virus dan penyebarannya.
  5. Beberapa jenis efek negatif malpraktik hijamah benar-benar sudah terjadi di masyarakat, di antaranya:

a. Paralisis total selama tiga minggu, dialami pasien hijamah di Klender Jakarta Timur.

b. Infeksi hepatitis, dialami seorang pasien di Bekasi dan Madiun.

c. Kesemutan di lidah, dialami pasien di Jakarta Barat dan Tangerang.

d. Kesemutan di lidah, pipi bengkak dan kesulitan bicara selama tiga bulan, dialami pasien hijamah di Semarang.

e. Kesulitan bicara secara temporal, dialami pasien di Banyuwangi.

f. Urat tertarik dengan posisi kepala menengok ke sisi kanan secara permanen, dialami pasien hijamah di Blora.

g. Scar permanen di kulit karena torehan yang terlalu dalam, kasus terbanyak dialami pasien hijamah.

Profile Assabil Holy Holistic

  1. Pelopor hijamah/bekam steril dan higienis, menggunakan alat-alat steril, proses sterilisasi dengan sterilizer khusus dan tindakan steril sesuai medis modern.
  2. Inovator titik-titik hijamah/bekam berdasarkan kajian anatomis dan fisiologis yang pertama di dunia, berupa chart Anatomi Hijamah beserta buku panduannya.
  3. Penyelenggara pelatihan Thibb Nabawi dan hijamah/bekam yang terlengkap, computerize dan aplikatif sejak tahun 2004 di berbagai kota di Indonesia, dari Aceh hingga Sumbawa, Malaysia dan Brunei Darussalam, dengan peserta dari masyarakat umum hingga para medis dan dokter, bekerja sama dengan perorangan, organisasi masyarakat, pondok pesantren, STIKES, perusahaan swasta, instansi pemerintah, BUMN dan pemerintah daerah.
  4. Penyelenggara pelatihan iridology dan palmistry aplikatif.
  5. Penyelenggaran pelatihan tanaman herba.
  6. Memiliki murid lebih dari tiga ribu yang menyebar di berbagai kota di Indonesia, Malaysia dan Brunei, yang juga aktif melakukan pengobatan hijamah.
  7. Layanan pengobatan hijamah/bekam steril, higienis, aman, syar’y dan holistic.
  8. Eksperimen penanganan berbagai kasus penyakit, terutama yang akut dan kronik, termasuk virus yang secara medis modern tidak dapat disembuhkan, seperti hepatitis, toxoplasmosis, kanker dll.
  9. Menciptakan headset yang pertama kali untuk pemotretan iridology.
  10. Menciptakan kursi khusus yang pertama kali untuk pasien hijamah.

Layanan Pengobatan Hijamah di Assabil Holy Holistic

  1. Semua alat dan tindakan sesuai kaidah sterilisasi dan higienitas medis modern, sehingga pasien mendapatkan jaminan keamanan dan kesehatan.
  2. Tempat pengobatan yang nyaman dan komprehensif, terdiri dari: Ruang tamu, ruang tunggu, ruang konsultasi putra, ruang konsultasi putri, mushola, 6 ruang terapi, toilet, halaman dan 100 jenis tumbuhan herba hidup, tempat parkir luas dengan kapasitas 10 mobil.
  3. Konsultasi bersama Ustadz Kathur atau Ustadzah Aminah atau asistennya.
  4. Tenaga terapis yang berpengalaman dan di bawah pengawasan langsung Ustadz Kathur dan Ustadzah Aminah.
  5. Terapis menggunakan alat-alat pengaman standar seperti handcoen, facemasker dan lain-lainnya.
  6. Tindakan hijamah dilakukan sesuai syariat, pasien putri ditangani terapis putri, pasien putra ditangani terapis putra.
  7. General check up tenaga terapis dilakukan secara berkala.
  8. Diagnosa penyakit melalui iridology dan penayangan iris mata di layar LCD monitor yang dapat disaksikan pasien. Ada juga diagnosa palmistry, pemeriksaan asam urat, gula darah, kolesterol dan trygliseride, atau pasien dianjurkan membawa semua hasil pemeriksaan laborat, CT-scan, MRI, rongen, USG dll.
  9. Semua data pasien tersimpan dalam lembar Medical Record dan computerize.
  10. Penyediaan obat-obatan Nabawi dan herba alami bagi yang memerlukannya.
  11. Pasien penderita penyakit menular seperti hepatitis, harus memiliki satu set alat hijamah tersendiri.
  12. Penderita HIV/AIDS tidak dilayani di klinik As-Sabil, tapi tenaga terapis yang mendatangi rumahnya.
  13. Titik-titik hijamah berdasarkan sumber penyakit atau gejala-gejala yang dirasakan, terukur dan tidak asal sedot sana sedot sini.
  14. Titik hijamah tidak banyak, agar terjadi efek kesembuhan berjenjang namun sangat optimal.
  15. Sampah hijamah dibakar dan tidak dibuang apa adanya ke tempat sampah.

Prosedur Layanan dan Tidakan Pasien di Assabil Holy Holistic

  1. Pendaftaran di meja pendaftaran dan pemberian kartu atau nomor urut pasien;
  2. Menunggu giliran konsultasi;
  3. Diagnosa iridologi dan/atau palmistry;
  4. Konsultasi dengan Ustadz Kathur atau Ustadzah Aminah atau asistennya disertai pencatatan medical record lengkap dan resep obat
  5. Menunggu giliran tindakan hijamah.
  6. Tindakan hijamah, pasien putra di ruang terapi putra, pasien putri di ruang terapi putri;
  7. Pembayaran biaya hijamah di kasir / meja pendaftaran;
  8. Pengambilan dan pembayaran obat di ruang obat.

Prosedur Sterilisasi Instrumen dan Ruangan Hijamah

  1. Gelas kop disemprot dengan hydrogen peroxyde secukupnya;
  2. Pengguyuran dan pembersihan dengan air mengalir;
  3. Perendaman dengan cairan chlorite atau desinfektan;
  4. Penirisan dan pengeringan;
  5. Sterilisasi semua instrumen di sterilizer;
  6. Sterilisasi ruangan hijamah pada malam hari dengan ultraviolet.


Kode Titik-titik Hijamah Pertama di Dunia

Saat ini sudah terbit kode titik-titik hijamah yang insya Allah pertama di dunia hasil penelitian, pengembangan, diskusi, eksperimen dan empirik selama empat tahun, terdaftar di Dirjen HAKI Republik Indonesia, dengan hak cipta di tangan Kathur Suhardi dan aminah Syafa’ah, yang juga dapat digunakan sebagai panduan bagi setiap penghijamah.

Dokter dan Psikolog

Assabil Holy Holistic adalah satu – satunya klinik hijamah yang di dalam prakteknya didampingi dokter dan psikolog.

Penerbitan buku ”Ensiklopedia Hijamah”

Belum puas dengan baku terjemahan tentang hijamah dan Titik-titik Hijamah beserta buku uraiannya, Insya Allah selambat-lambatnya bulan Mei 2009 akan terbit buku panduan terlengkap tentang hijamah, uraian yang terinci, jelas, mudah dipahami, dengan pendekatan medikal, dari A sampai Z, beserta daftar indek kata dan glosarium, dengan spesifikasi sebagai berikut:

Judul : Ensiklopedia Pengobatan Hijamah Bekam

Tebal halaman : 640 hal.

Ukuran : 18 x 24 cm

Cover : Hardcover